Pinjaman Uang Online Langsung Cair: Resiko & Patokan

mencari pinjaman uang online langsung cair

Kebutuhan akan pendanaan tunai hingga sekarang ini masih terbilang cukup besar dan terus bertambah. Seperti kita tahu bahwa dalam perkembangan tren dewasa ini, ada banyak kriteria aplikasi fintech yang berlomba menawarkan pinjaman uang online langsung cair, sehingga masyarakat semakin dimudahkan.

Namun bagi pemula mungkin masih merasakan takut ketika ingin meminjam dana tunai. Apalagi sekarang ini masih cukup banyak dilaporkan kasus penipuan berkedok aplikasi fintech yang bisa merugikan masyarakat.

Secara umum, pinjaman uang online memang bisa langsung cair dalam waktu lebih cepat dibandingkan pinjaman offline pada bank ataupun lembaga keuangan lainnya.

Maka dari itu masyarakat masih cenderung tertarik dengan pinjaman uang online tersebut. Namun, masih ada beberapa resiko yang wajib diketahui di awal dan dijadikan bahan pertimbangan sebelum meminjam dana tunai.

Jika calon nasabah ingin mendapatkan pinjaman uang online sebaiknya kenali beberapa resiko seperti berikut ini.

Perhitungan Bunga Harian

Mungkin Anda sebagai calon peminjam sudah mengamati bahwa jenis pinjaman KTA pada bank konvensional masih menetapkan bunga di setiap cicilan perbulannya. Perlu digarisbawahi bahwa pinjaman KTA ini masih menggunakan besaran bunga cukup besar, yakni mencapai 0.5% sampai 3% per hari.

Ketika seorang nasabah meminjam uang dengan plafon sebesar Rp. 1 juta maka dikenakan bunga flat sebesar 1% per harinya. Sehingga nasabah tersebut akan membayar bunga sebesar Rp. 10 ribu per hari.

Jika dihitung dalam satu bulan penuh maka beban bunga yang harus dibayarkan sebesar Rp. 300 ribu. Bahkan jika dihitung dalam rentang tiga bulan, besaran bunga yang dikenakan mencapai Rp. 900 ribu, ataupun telah dikenakan bunga sebesar 90%!

Oleh sebab itu sebaiknya perhitungkan dari sisi besaran bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya. Calon peminjam harus memeriksa kesanggupannya dalam membayar pokok beserta bunga hutangnya.

Walaupun bukan sepenuhnya aplikasi yang menawarkan pinjaman uang online langsung cair, aplikasi Tunaiku sudah mencantumkan informasi jelas seputar besaran bunga yang harus dibayarkan.

Sehingga calon nasabah bisa memilih plafon peminjaman dan rentang waktu pengembalian yang disanggupi.

Plafon Pembiayaan Terbatas

Ada satu kelemahan pembiayaan online sejauh ini yang calon nasabah harus ketahui yakni plafon masih terbatas. Biasanya untuk plafon KTA bank bisa mencapai kisaran Rp. 200 jutaan, akan tetapi dari pembiayaan online yang menjanjikan langsung cair hanya memberikan pinjaman dalam kisaran beberapa juta saja.

Tidak hanya itu saja, dari sisi tenor waktu pelunasan juga masih sangat singkat dibanding pinjaman bank pada umumnya. Itulah yang membuat masyarakat masih berpikir ulang untuk meminjam dana tunai online untuk kebutuhan mendesak.

Besaran pinjaman uang online langsung cair memang cukup menarik, akan tetapi untuk memenuhi kebutuhan tertentu bersifat skala besar dengan nilai nominal sampai ratusan juta sepertinya masih jarang ditemukan.

Pikirkan kembali untuk meminjam dana tunai dari aplikasi fintech, karena tidak semua aplikasi sesuai dengan kebutuhan para peminjam uang online yang beragam.

Jangka Waktu Pelunasan Tidak Panjang

Bila Anda amati jenis pinjaman uang online langsung cair pada umumnya, jangka waktu peminjaman uang bisa digolongkan memiliki tenor singkat. Biasanya untuk tenor pengembalian, perusahaan fintech bisa menawarkan lama 2 minggu sampai beberapa bulan.

Salah satu bank yang menawarkan tenor pinjaman cukup panjang selama 20 bulan yaitu Bank Amar dengan produknya Tunaiku. Memang berbeda dari KTA bank konvensional yang sanggup menghadirkan tenor sampai hitungan beberapa tahun.

Lamanya tenor yang disepakati dengan perusahaan penyedia pinjaman online bisa saja membebani masyarakat, yang tak sanggup mengumpulkan dana pengembalian dalam waktu cepat.

Sehingga dalam pemilihan tenor pengembalian harus disikapi dengan hati-hati. Ada cara sederhana dimana calon nasabah bisa mengamankan tenor pelunasan tersebut, yakni dengan mencermati besaran pinjaman uang yang akan dipinjam.

Bila calon peminjam memerlukan uang pinjaman dalam hitungan tidak terlalu besar, maka dari sisi tenornya bisa dipilih rentang waktu cicilan yang lebih ringan.

Biaya Penalti Terlambat Bayar

Setiap aplikasi ataupun perusahaan pemberi pinjaman tunai online juga menghadirkan sistem biaya penalti bila nasabah terlambat dalam membayar angsuran.

Dari situlah peminjam akan dituntut untuk bisa mencermati banyak hal sehingga dalam proses mendapatkan pinjaman hingga pembayaran kembali bisa lebih optimal.

Sekarang sudah banyak produk pinjaman uang online langsung cair beredar di masyarakat dengan mengusung peraturan masing-masing. Sehingga besaran biaya penalti yang dibebankan kepada nasabah ketika terlambat membayar bisa tidak sama.

Untungnya, di produk seperti Tunaiku menerapkan biaya keterlambatan yang jelas dan tetap. Seringkali penalti keterlambatan masih belum diperhatikan sejak awal, sehingga pastikan dahulu bahwa dari sisi biaya penalti sudah bisa peminjam antisipasi.

Unsur Legalitas Peminjaman

Berikutnya masih ada resiko unsur legalitas yang memang belum banyak diketahui masyarakat. Konsumen masih belum banyak yang tahu bagaimana metode online yang benar dalam transaksi meminjam uang tunai.

Masih banyak yang rentan menjadi korban penipuan. Sehingga dibutuhkan badan pengawas keuangan secara resmi seperti Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Sebuah aplikasi ataupun website dengan fasilitas pinjaman uang tunai online sudah bisa diharapkan standar hukumnya. Harus terdapat sistem pengawasan lebih ketat, terutama adanya sistem pengawasan dari pihak OJK sebagai jaminan bahwa penyedia pinjaman uang online langsung cair sudah terdaftar.

Sejauh ini masih belum ada badan pengawas lainnya di pasar keuangan Indonesia.

Penyalahgunaan Data

Resiko juga bisa ditanggung oleh pemohon dana tunai online terutama pada sisi penyerahan data pribadi. Proses pengajuan uang tunai secara online pastinya membutuhkan pengisian data pribadi, sehingga dari sisi keamanan data diri harus benar-benar terjamin.

Maka dari itu perusahaan yang menaungi sebuah sistem pinjaman dana tunai online seyogianya sudah menerapkan pengamanan data diri para nasabahnya.

Jangan mengajukan di website atau aplikasi yang berani menawarkan pinjaman tetapi tidak memiliki lokasi kantor resmi di wilayah hukum Indonesia.

Tata Cara Penagihan

Selayaknya proses pinjaman konvensional, dari sisi pinjaman dana tunai online juga memang masih memiliki resiko penagihan ketika nasabah tidak sanggup membayar pelunasan.

Dari situlah pihak nasabah harus mencermati banyak hal terutama ketika ada tagihan melewati telepon, SMS ataupun langsung ke email Anda.

Jadi dalam peminjaman uang online dengan fasilitas segera cair, harus bisa tepat waktu dalam hal pelunasannya. Jangan sampai seorang nasabah menunggak pembayaran angsuran bulanan karena data historis menjadi buruk.

Pihak perusahaan juga akan waspada dan bisa jadi akan sering menelpon.

Sebagai seorang calon peminjam dana tunai pemula memang harus mencermati banyak hal, agar tidak menciptakan akibat buruk ketika mengalami banyak persoalan.

Biasanya ada beberapa hal penting yang mudah dijadikan patokan para calon nasabah pinjaman uang online, dimana mereka bisa mengetahui kredibilitas sebuah website ataupun aplikasi pemberi pinjaman online.

Lalu seperti apa patokan yang sering digunakan calon pemohon pinjaman untuk memilih sebuah website ataupun perusahaan pemberi dana tunai online?

Peraturan Pinjaman dan Pembayaran Angsuran 

Pertama ada aspek penting yang wajib dijadikan patokan para peminjam dana tunai online yakni peraturannya. Tidak hanya peraturan dalam proses peminjaman dana tunai online saja, akan tetapi pihak pemohon dana juga harus mencermati peraturan pembayaran angsurannya.

Tidak semua aplikasi ataupun website fintech memiliki peraturan yang fleksibel. Sehingga tak jarang para peminjam tunai online harus bisa mencermati banyak bagian agar lebih optimal dalam mendapatkan pinjaman tunai tersebut.

Rata-rata peraturan penyedia pinjaman uang online langsung cair sudah menghadirkan banyak aspek menguntungkan bagi calon peminjam dana tunai.

Akan tetapi karena ketenaran dari proses pinjaman online ini, masih banyak orang yang terburu-buru dan kurang memahami semua fasilitasnya.

Era modern sekarang semua transaksi keuangan bisa dilakukan secara online, namun tidak berarti aplikasi fintech bisa disalahgunakan dan dicurangi seenaknya.

Reputasi Penyedia Pinjaman

Salah satu hal pokok yang wajib diperhitungkan oleh calon nasabah adalah reputasi website atau aplikasi pemberi pinjaman uang online. Biasanya dari proses pemberian pinjaman uang oleh sebuah aplikasi dan website perlu dicermati banyak hal.

Sehingga proses pengajuannya bisa lebih cepat dan aman. Reputasi dari sebuah aplikasi pinjaman uang online langsung cair bisa dikatakan cukup mudah diamati.

Karena memang banyak kalangan menilai bahwa proses peminjaman dana tunai online sudah langsung bisa dibuktikan secara pribadi.

Testimoni atau review dari laman Playstore aplikasi hingga website pemberi pinjaman uang tunai tersebut memang jadi hal penting, karena menceritakan keluh kesah orang lain dalam mendapatkan pinjaman online tersebut.

Yang tidak kalah penting adalah kesan dan pesan yang tuliskan para blogger dalam situsnya. Umumnya tulisan-tulisan ini cukup memberikan gambaran kualitas reputasi sebuah perusahaan penyedia pinjaman.

Proses Pengajuan yang Mudah Dipahami

Kredit Tanpa Agunan atau KTA sampai dengan pinjaman uang online kini sudah semakin menarik sebab bersifat tanpa jaminan apapun dan cukup menggunakan KTP saja. Untuk proses pengajuan yang sekarang ini banyak diandalkan masyarakat ternyata harus bisa dipahami secara mudah.

Maka dari itu sebuah perusahaan fintech harus bisa memperlihatkan bagaimana langkah-langkah pengajuan pinjaman uang online langsung cair benar-benar terbukti adanya.

Biasanya dari sebuah website ataupun aplikasi sudah memiliki sistem yang mudah dipahami sehingga pihak pemohon dana tunai online sendiri bisa mencermati beberapa bagian penting yang sejauh ini dibutuhkan.

Tidak menutup kemungkinan jika para calon pemohon pinjaman masih membutuhkan banyak tahapan untuk benar-benar memahami seperti apa tata cara mengajukan pinjaman.

Karena sifatnya terbilang mendesak dan harus cepat cair dalam jangka waktu singkat, maka carilah penyedia pinjaman yang proses peminjamannya tidak berbelit-belit dan mudah dipahami.

Struktur Informasi yang Jelas

Mencermati sebuah website ataupun aplikasi pemberi pinjaman tunai online memang jadi hal wajib bagi pemohon. Bahkan pihak masyarakat sendiri akan mencermati beberapa informasi penting yang sekarang ini ada dalam website ataupun aplikasi tertentu.

Jadi untuk struktur informasi memang wajib diperlihatkan jelas sehingga akhirnya membuat sistem peminjaman menjadi lebih terpercaya.

Adanya struktur informasi pinjaman uang online langsung cair memang menghemat waktu banyak pihak. Mereka bisa secepatnya memutuskan bahwa suatu produk pinjaman memang sesuai kebutuhannya.

Hal ini bisa membantu masyarakat yang menginginkan proses pinjaman dana tunai yang lebih ringan, juga memudahkan pemahaman semua kalangan.

Kesimpulan Realita Pinjaman Uang Online Langsung Cair

 Jadi ada banyak hal yang sekarang ini perlu diperhitungkan dalam proses pengajuan pinjaman uang online langsung cair. Walaupun menjanjikan langsung cair, tentu prosesnya kembali lagi pada profil individu peminjam masing-masing.

Semua calon peminjam menginginkan pengalaman terbaik dari sumber paling kredibel, sehingga semua kebutuhan mendesak bisa terpenuhi.

Jangan sampai kita lupa bahwa untuk meminjamkan uang via aplikasi ataupun website, pemberi pinjaman online juga membutuhkan banyak proses pengecekan.

Meskipun tanpa jaminan apapun, hanya perlu data KTP saja.

Ajukan dan perbesar kemungkinan Anda memperoleh pinjaman uang online  di website Tunaiku ataupun melalui aplikasi Tunaiku!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.